Jumat, 26 November 2010

Isyarat dalam Lagu

telphon aku 7276x,,,
awalnya vidi aldiano melangsa jiwa "nuansa bening",tak kala bahagia"hanya satu"hadir.
Disetiap amarah dan maaf "cinta jangan pergi bersama cemburu menguras hati"tercipta.
Lama tiada hadir sebuah isyarat itu hingga satu tahun terlewati.
tuk "jaga selalu hati" sampai muncul "the rain dengar bisikku"sebagai tanda lalu berakhir pada "jenuh"

Sungguh beragam wanita,mungkin tak kan temukan dimanapun,dan hati berharap lembaran baruku dapat kutemukan isyaratnya,,,

Kamis, 25 November 2010

RENUNGKAN

"Pasal"
Apabila kamu adalah pasangan yang bahagia sebelumnya,lalu kemudian terpisah...

Apa teringat sama dia meski belum ada yang baru lalu mengharap balik?
Apakah lupa sama sekali karena ada yang baru?
Atau berdebat masa lalu karena sudah terlalu indah atau mungkin menyedihkan sehingga tak jelas hubungan malah makin runyam?

tapi kembali ke pasal,bagaimana kalau sudah toet..........sama si do"i
ini mengerikan dan rata-rata remaja mungkin mengalami ini.
Apa kamu bersama orang lain lantas jatuh(ntah harga diri/ke dalam dunia baru yang lebih extreme)?
Apa belum niat punya pasangan lantas menyesal dan bingung berbuat apa?
Apa dengan orang lain dengan niat lupa lalu nanti balik lagi?


Sudut pandang untuk lelaki
ada yang terima mungkin kesempatan baginya untuk bersama yang lain,yang baru,cinta lama.
lalu yang ngak terima????
Sudut pandang untuk perempuan
gimana posisi,prasaan juga harga diri Anda???
komen please,,,

Minggu, 21 November 2010

Lembaran Baru

Lakukan satu hal,
Maka itu kan menghapus satu titik sesaat ketika kau pernah bersamanya,
Lakukan satu perbuatan,
Buka hati untuk orang yang mungkin akan menjaga sebuah komitmen,
Yakinlah
jika kita telah berusaha
Percayalah
setiap sesal tiada kan tiba saat ini tapi nanti,
Ntah itu
1 detik
1 jam
1 bulan
bahkan suatu saat ketika tua nanti,,,,,,,,
1 tahun 99 hari 20 jam tertatih bersama(suka atau duka),
10 hari merintih dan berusaha mendapatkannya namun tiada guna
Semua bagai mengukir di atas pasir pantai yang terhapus ombak,

Kututup dan Kubuka Lembaran Baru,karena tiada salah lagi jika mungkin ini yang menjadi pilihan terakhir dalam hidupku,,,(anggun nan muslimah |(aisyhadi)

Kamis, 28 Oktober 2010

Dari Permainan Catur Aku Belajar banyak Hal

Hari itu pertama kali aku datang ke Kota Bengkulu untuk kuliah pertamaku.Tidak banyak yang dapat ku kerjakan selain membersihkan kos dan merapikan barang-barang bawaanku yang tampak seperti kapal pecah.
Waktu berlalu begitu cepat,hingga suatu malam aku berkunjung ke rumah kakak tingkatku yang kebetulan mengambil kuliah antar semester,kami berbincang masalah perkuliahan yang telah dialaminya setahun belakangan.Di sela cerita itu,tak sengaja kulihat papan catur dan kuajak kakak tingkatku untuk kembali mengasah strategi juga kemampuannya dalam permainan itu.Setengah jam berlalu,aku tampak kesulitan bergerak juga tampak bodoh dengan strategiku.Jemarinya tampak cepat melesatkan biduk yang seolah tiada memikirkan lagi langkahnya sedangkan aku harus berpikir panjang untuk memulai langkahku
Aku mulai panik ketika yang tersisa hanyalah "King",pdahal dari awal aku berharap menang juga ingin membuktikan bahwa aku lebih unggul dari kakak tingkatku,ternyata itu sebuah pemikiran yang salah.Aku terlalu cepat menilai bahwa dia hanya bermain tanpa berpikir apa yang selanjutnya akan dilakukan,dia lebih tua dariku mungkin sebelum aku dia telah mengalami hal yang sama sepertiku dan belajar banyak hal dari permainan ini sebelum aku.
Hasil kami "remis" rajaku tak bisa berjalan.Namun aku sadar betul bahwa aku telah kalah,telah salah dalam berpikir serta menilai orang lain.

 (sambil menutup papan catur)
"Mengapa aku menyisakan Rajamu tadi?,karena dalam kehidupan kita tak boleh memusnahkan suatu bangsa,pemikiran atau hal lain yang tiada berkenan di hati kita.Suatu hari belum tentu yang ingin dimusnahkan itu akan berkembang menjadi hal yang buruk.Bahkan bisa jadi semua itu  lebih baik dari kita,berkat kebijaksanaan"ujar kakak tingkatku.